thE reaL AqiEd

ramadhan ke 8 tanpamu, ibu

Posted by: aqied on: September 30, 2009

ibuku,, kini usiamu 47 tahun,,,,

tak terhitung berapa kerepotan yang kupersembahkan padamu,,,

membaca cerita-ceritamu,,

saat aku belum lagi dapat memahami dunia,,

saat aku belum lagi mampu membaca dan memahamimu,,

19 tahun silam,,

18 tahun lalu,,

17 tahun lampau,,

kau didik aku,,

bahkan saat ku belum tau, apa itu pendidikan,,,

kau ajari aku berbagai hal,,

bahkan sebelum aku tahu, apa itu pelajaran,,

kau bina aku,, bahkan saat ku tak mengerti, apa pembinaan,,

4 tahun, ku denganmu di tanah jawa

7 tahun selanjutnya, berlanjut kebersamaan di tanah Papua,,

sedang setelahnya,,,

ku pergi, dan kau lepas aku kembali ke tanah jawa,,,

melanjutkan baktiku,,

meski terpisah ribuan kilometer……

ribuan jarak terpisah,,

tak berhenti pendidikanmu

tak hilang pembinaanmu

tak lenyap pelajaranmu,

meski sekedar bertatap muka saja,

hanya hitungan jari sebelah tangan

ibu,,,

ramadhan ke-9 tlah kulewati disini,,

8 diantaranya tanpamu,,

dengan rindu yang kian menyesak.,,

tak henti aku bertanya “bilakah aku pulang…?”

dan kemudian aku sadar dan bertanya apa yang akan kubawa pulang…..???

setelah sekian tahun kau lepas aku,

sekian jarak kita berpisah

aku malu………

KARNA SESUNGGUHNYA,

AKU BELUM PUNYA APA APA…..

aku belum punya apa apa, tuk kupersembahkan padamu

aku belum melakukan apa-apa, dari amanahmu,,

aku belum berbuat apa apa, tuk tunaikan baktiku,,

maafkan aku, ibu……….

*)ramadhan ke-9 di tanah Jawa,,, 8 diantaranya tanpa bapak & ibu ulang tahun ibu ke 47 (12 september),,, dengan suasana hati tak menentu, sehingga kata kata yang mengalir semakin tak menentu….

cacaTan PeRjalanan EpS 1

Posted by: aqied on: Maret 16, 2009

Sudah 19 tahun aku membuka mata, melihat dunia. Sudah sekian kota di Indonesia aku tinggali. Berbagai alat transportasi aku coba. Darat, laut maupun udara. Sayangnya belum pernah sekalipun kucicipi kendaraan dengan jalur khusus. Ya, kendaraan berjalur rel dengan roda besi. Dan inilah perjalanan pertamaku dengan kereta api.

Sebelumnya, aku gak pernah punya bayangan or gambaran situasi di kereta. Gak seperti pesawat yang dulu selalu aku bayangkan sampai kemudian aku merasakan sendiri. Sampai kucoba kereta minimalis yang ekonomis. Simple saja, sebagai mahasiswa ekonomi yang kondisi ekonomis’nya cukup minimalis, kereta yang pertama kali kucoba adalah kereta ekonomi.

Gak tanggung tanggung untuk perjalanan jogja banyuwangi yang kurang lebih 15 jam. Dengan rombongan kurang lebih 30 personel, kami rombongan ekonomis dari FoSSEI jogja telah siap ‘menikmati perjalanan.

EPISODE I, PERJALANAN I

@train

Dari yang aku rasain sejak tanggal 4 maret jam 7.15 WIB, suka duka kereta ekonomi ternyata gak sehoror cerita temen2 yang lebih berpengalaman. Panas, buat aku itu biasa. Rame, Alhamdulillah, masih dalam taraf normal. Jadinya masih tersisa ruang untuk bernafas dengan normal. Duduk sendiri, berhadapan dengan teman seperjalanan di bangku kapasitas 3 orang memang melegakan. Tapi itu gak bertahan lama. 1 jam menikmati keleluasaan, sampai akhirnya satu keluarga muda bergabung bersama kami. Di tambah sebelumnya seorang bapak.

Bosan dengan kesendirian sampai mati gaya,? untungnya gak berlaku buat aku. Setiap yang datang bergabung, selalu aku tanyai tujuannya. Bukan perhatian atau sok kenal, sekedar ingin tau kapan keleluasaan bisa aku kuasai lagi.

Tapi rupanya aku malah ‘dapet lebih’. Bermula dari Pak Hary, bapak beranak 3 yang sering keliling berbagai kota di pulau jawa, banyak menceritakan anaknya. Mungkin karna kami seumuran dengan salah satu anaknya. Atau sekedar mengusir kebosanan atau antisipasi mati gaya. Mulanya si, males ngeladeninnya. Tapi lambat laun, ternyata menyenangkan. At least, aku jadi gak mati gaya di kereta ekonomi yang punya kesan menyedihkan…. Lagi, seru aja denger cerita perjalanannya, juga ekspresi bangga beliau saat menceritakan anak anaknya. Ekspresi bangga seorang ayah pada keluarganya. Mungkin aku memang gak tau realitanya, atau kebenaran dari ceritanya. Tapi yang pasti, kehadiran Pak hari cukup menghilangkan bosan dan mengantisipasi mati gaya ku di kereta. Membuat aku melupakan sejenak ‘keistimewaan’ kereta ekonomi yang otomatis mengurangi jumlah keluhan atas ketidak bersyukuran. Sampai kemudian beliau tururn di Mojokerto.

Keluarga kecil, dengan anaknya yang masih kecilpun, lumayan mengurangi kebosanan. Rekan perjalananku yang cinta batita, menjadikan Intan, nama si teman kecil cukup menjadi aktivitas sendiri. Sampai perginya mendahului kami.

Setelahnya, seorang ibu dengan anak lelaki usia SD. Tapi tak ada yang menarik untuk diceritakan disini. setelah itu ada pula ibu dengan anak perempuan. Sepertinya keduanya cukup kompak. Terlihat dari style si ibu yang berlagak seusia anaknya. Dandanan make up pun tak jauh beda. Sebenarnya, gak ada yang menarik dari keduanya. Tapi si ibu bermake up ini, menertawakan teman temanku yang sedang sholat di kereta. Heran deh, orang beribadah koq di ketawain. . . . aku jadi gak bisa mbaca yang ada dipikirannya itu apa. Termasuk juga apa religion view ibu anak yang aneh itu.

Selanjutnya yudha, fresh graduate mahasiswa MIPA salah satu univ negri di Surabaya ini, bikin pembicaraan agak berat. Bermula dari pendapatnya yang bilang bunga sama dengan bagi hasil. Syariah sama aja dengan konvensional. Entahlah,,apalagi pendapatnya yang dia yakini. Yang pasti, sebenarnya karna ketidak tahuan lah yang bikin pendapatnya seperti itu. Disamping juga karna tidak mencari tau. Selanjutnya, aku gak terlalu tertarik karna rekan perjalananku lebih nyambung dengan pembicaraan mereka.

Tapi, sedikit terima kasih aku ungkapin disini khusus untuk Yuda. Karna pemberitahuan darinya lah, kita gak jadi terancam salah mendarat. Sebelumnya, instruksi yang sedikit melenceng dari panitia ICON!, nyaris menyesatkan kami yang 30 orang.

Hingga akhirnya kami berhasil turun di pemberhentian terakhir, di tempat yang tepat. Stasiun berjudul ‘BANYUWANGI BARU’ yang kami tak tahu yang akan terjadi beberapa hari setelahnya. Waktu menunjukkan pukul 22.30 WIB, Tinggal selanjutnya kami mencari tau kemana langkah kan di ayun selanjutnya….

pernyataan cinta laki laki n perempuan,,

Posted by: aqied on: Februari 8, 2009

lucu aja,
pas kuliah kemaren, dosen aku ngucapin statemen yang aq sendiri gak tau,,,, bener ato gak c…
salah satu perbedaan dari laki laki and perempuan, kata beliau salah satunya tentang pengungkapan cinta,
ii wow…
katanya kalo perempuan, walaupun cintanya sudah 99,99%, tapi belum or ga berani buat ngungkapinnya…
paling banter, ngasih sinyal sinyal aja,,
gak langsung diungkap leawat lisan…….
beda ma laki laki, walopun baru 1% cintanya ma perempuan, udah diumbar kemana mana…
kalo perlu seisi dunia tau…

so, kalo perempuan bikn pernyataan ke yang bersangkutan, berati cintanya swuda besar banget,,,

gitu kata beliau,,

so, jangan di tolak…

beda dengan laki laki, kalo tiba tiba ngungapin cintanya, jangan dulu dah …..

butuh pengujian,,,

jadi inget Laskar pelangi, Zakiah nurmala butuh 7 tahun samapi ahirnya nerima cinta Arai….

hahahaha,,,
bener ga sih….???

Song foR gaZa, micHeaL hearT’s Lyric

Posted by: aqied on: Januari 17, 2009

A Song for Contemplation

WE WILL NOT GO DOWN (Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart for free distribution)
Copyright 2009

A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive

They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right

But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze

We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight

from: http://www.michaelh eart..com/ Song_for_ Gaza.html

cleopatra stratan, ghita

Posted by: aqied on: Januari 14, 2009

Cleopatra Stratan – Ghita (English Version)*

The coat is inside out,
There is no sun above
Nothing is going good
Since I think of Ghita.
But Ghita’s not in town
I asked why he’s not around
It seems to me he’s gone
He’s gone abroad

Hard, I think it’s very hard
Want, I don’t know what I want
I know that you like me too
Ghita, what is up with you?
Young, come on in or go
Young, tell me yes or no
Ghita, please don´t anger me
Tell me how your life will be

Ghita,
Tonight I’m waiting at the wicket
Me at the station I bought a ticket
Come to,
But don’t come as you did before
As usually with empty hands…
Who else
Will and sing for you as I do
Entire evening just getting there
Ghita,
Show me a girl who’s found of you
That loves you more as much as I do…

Ghita, te-astept diseara la portita
Langa portita de la scoala
Vino da numa nu vini cum vii tu
De obicei cu mana goala
Cine te mai asteapta ca si mine
O seara intreaga numai pe tine.
Ghita, arata-mi tu o fata care
Sa te iubeasca asa de tare!

BACA DENGAN BAIK DAN BENAR

Posted by: aqied on: Januari 7, 2009

Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun huurf-huurf di dlaam sebauh ktaa, ynag palngi pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Ssianya dpaat brantaaken smaa skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi ktaa kesuleruhan

Manejkubakn naggk?

Duka ditanah QiTa…….

Posted by: aqied on: Januari 6, 2009

Papua bergoyang 7.6 M

4 Januari 2009 at 10:28 am | In Bencana Alam, Dongeng Geologi, gempa, tsunami |
Tags: , , ,

Pada tanggal 4 January 2009 pukul 4 pagi (waktu setempat) telah terjadi gempa cukup besar yang menggoyang Manokwari dan  Sorong.

sorong_2009

Gempa berkekuatan 7.6 Magnitude ini diduga merupakan gempa tektonik akibat pergeseran sesar Sorong. Melihat besarnya goyangan gempa ini tentusaja Sorong – Manokwari dan sekitarnya akan porakporanda. Apalagi kedalaman gempa ini cukup dangkal yang hanya sekitar 35 Km.

Instrumental Intensity Image

Goyangan hingga VII-VII MMI ini akan sangat kuat merusak bangunan di antara kedua kota Sorong-Manokwari (terutama)

Yang perlu diperhatikan juga adanya kemungkinan tsunami. Melihat tsunami yang terjadi di masa lalu yang terjadi akibat longsorang bawah laut yang terpicu oleh goyangan gempa. Amaran tsunami dicabut sejam berikutnya setelah diketahui tidak tercatat adanya gelombang tsunami ini.

Gempa ini masih berlangsung !.

Perlu diantisipasi goyangan-goyangan selanjutnya yang masih mungkin akan bergetar dalam beberapa hari mendatang.

Kalau kita ingat gempa Jogja beberapa tahun lalu yang berkekuatan 5.8 SR saja masih terus bergetar hingga bebrapa pekan kemudian. Tentusaja gempa di Manokwari ini akan masih terus bergetar. Getaran-getaran ini tentusaja akan membuat panik.

Sebuah hotel yang runtuh di Manokwari (Hotel Mutiara) ini menunjukkan betapa besarnya goyangan gempa akibat sesar geser yang dikenal dengan Sesar Sorong (Sorong Fault).

Tektonik Papua

papua_tektonik

Papua utara merupakan pertemuan antara lempeng Pasifik dengan lempeng Australia disebelah selatannya. Lempeng Pasifik bergerak ke arah barat yang membentuk sesar geser, Sesar Sorong (Sorong Fault) . Sumber gambar internet

Disebelah ini peta tektonik/peta patahan-patahan di Pulau Papua. Secara Tektonik Pulau Irian atau sekarang disebut Papua merupakan bagian dari lempeng Australia. Dari Sorong hingga Manokwari terdapat sebuah kelurusan (lineament) yang menunjukkan lokasi Sesar Sorong.

Mekanisme terbentuknya Sesar Sorong ini mirip dengan Sesar Semangko di Sumatra yang juga berupa sesar geser.

Sesar ini sangat aktif. Menurut USGS  gerakan lempeng Pasifik ini diperkirakan mampu bergerak dengan kecepatan hingga 112 mm/tahun dilokasi episenter !

Lampiran dari USGS

Tectonic Summary

The magnitude 7.6 Papua, Indonesia earthquake of January 3, 2008, 19:43 UTC, occurred as a result of thrust faulting on a plate-boundary along the northwest coast of the island of New Guinea. Eastern Indonesia is characterized by complex tectonics in which motions of numerous small plates are accommodating large-scale convergence between the Australia, Pacific, and Eurasia plates. In broad-scale plate-tectonic models that do not subdivide continent sized plates into smaller plates, the location of today’s earthquake would be on the boundary of the Pacific and Australia plates. The Pacific plate (located north and northeast of the epicenter) is moving southwest with respect to the Australia plate (located south of the epicenter) with a velocity of about 112 mm/year at the epicenter of the earthquake, and the focal-mechanism of today’s earthquake is broadly consistent with Pacific plate lithosphere being subducted beneath Australia plate lithosphere. The subduction zone along the northwest coast of New Guinea is characterized by an offshore oceanic trench, the New Guinea trench, but teleseismically recorded earthquake hypocenters do not show a well-developed inclined seismic zone (a Wadati-Benioff zone) dipping south-southwest from the trench.

The earthquake of January 3, 2008, 19:43 UTC, occurred about 470 km west of the magnitude 8.2 earthquake of February 17, 1996. The 1996 earthquake produced a tsunami that was destructive on the island of Biak. At least 108 people were killed by the 1996 earthquake and associated tsunami.

Earthquake Details

Magnitude 7.6
Date-Time
Location 0.510°S, 132.783°E
Depth 35 km (21.7 miles) set by location program
Region NEAR THE NORTH COAST OF PAPUA, INDONESIA
Distances 150 km (95 miles) WNW of Manokwari, Papua, Indonesia
170 km (105 miles) ENE of Sorong, Papua, Indonesia
1335 km (830 miles) N of DARWIN, Northern Territory, Australia
2955 km (1830 miles) E of JAKARTA, Java, Indonesia
Location Uncertainty horizontal +/- 12.1 km (7.5 miles); depth fixed by location program
Parameters NST= 36, Nph= 36, Dmin=>999 km, Rmss=1.33 sec, Gp= 61°,
M-type=regional moment magnitude (Mw), Version=6
Source
  • USGS NEIC (WDCS-D)
Event ID us2009bjbn

Posted by: aqied on: Desember 26, 2008

teman-teman,,,,

ni ada berita dikit, reportase siapa aja yang hadir pas Reuni Qt tahun 2008, agustus……….

tapi ma’aph ma’aph, yang ada cuma yang putri duank,,,,

semoga bermanfaat….

ma’aph juga karna lama banget reportasenya…..

hehehehehe

bagi yang berminat,,, silakan comment disini,,

kasi tau emailnya, nanti saia kirim dalam format .pdf

untitled

Posted by: aqied on: Desember 26, 2008

hamasah,, 26 Oktober

(saat sebuah Qsah mengiLhami)

bila rasa ini fiTrah,,

bila rasa ini anugraH,,

bila rasa ini indaH,,

mengapa terdoktrin bak muSibaH,

hingga kehadiran tunasnya mengharuskan cegah,,,

mengapa terduga bak air bah,

hingga wajib ku bangun benteng kuat tak bercelah,,,

mengapa harus menjadi salah??

Saat logika mulai melemah…

Saat sikap menuntun rubah…

Akibat hati yang terbelah….??

Apakah karna sang waktu??

Apakah belum saatnya??

Mengapa waktu menjadi tertuduh..?

Mengapa diskriminasi harus terjadi??

Disini,,

Di area yang siapapun layak menikmatinya…

Mengapa ia menjadi indah bila tiba masanya…?

Karna hakikatnya ia kan selalu indah,,

Tidak temporal,,

Juga lokal,,

Tetapi universal

Tanpa perlu diragu…..

Tapi mengapa kalanya menjadi getir..?

Hanya karna tiba lebih pagi…

Hanya karna sedikit mendahului masa..

Kini, akan kemana berlabuh??

Jika getir melemparkan jangkar harapan di lautan masa,,

Berusaha membunuh tambatan yang datang lebih pagi,

Agar tiada lagi pisau yang membelah,,,

Meracuni khusyu’ku,

Membanjiri bentengu,

Dan ia pergi tanpa melumuri luka yang ditorehnya….

Bantu aku,,

Bantu aku tuk menjadi kebal,,

Agar aku tak perlu penyembuh,

Yang mungkin kan meracuniku,,

Bantu aku tuk sebuah ketegaran,,

Agar aku tak meminta penenang,,

Yang mungkin akan menggoncangku,,

Bantu aku tanpa kehadiran,,

Karna….

Tiada satupun yang sempurna..

Tiada satupun yang berpeluang,,

Aku hanya ingin mencintai hidup ini,,,

Dengan Mencintai-Mu

JEMPOL vs BBM

Posted by: aqied on: Desember 26, 2008

JEMPOL vs BBM


1 Message received

dah baca koran belom? Baca gih…!! Penting…!!!. ari

Reply

Udah, mn pentingny?. Reza

Send

Waduh, tu brita nyangkut idup mati Qt sbg pengendara spd motor

Apaan c? Brita BBM mksud u?

Yupz, exactly….dah 6rb-an bro….byr pke apa?

Yg pasti g pke daon la….

kayanya motorQ perlu istrht nee..

Srius?ms cm gr2 harga diri bensin naek lu pensiunin tuh motor?

Srius donK…mPe bts wkt yg tak terhingga. Smp mw jalan pke Aer…

Kalo gitu, met jd pejalan kaki dah…

Aq konversi ke sepeda..bebas polusi..g pke bensin…!

yupz, stuju! bebas polusi, tp kna polusi org laen.. J

m’minimalisir global warming tw..!!

tumben pduli lingkungan….. :D

eit,,jgn salaaah……

Ok, ladies and gentleman,,,” suara Pak Leo, yang punya nama asli Mulyono mengagetkan Reza yang sedang asyik dengan ponselnya.

“Silakan Anda tulis dan jelaskan kembali perbandingan sistem ekonomi Kapitalis dan Sosialis beserta pendapat Anda mengenai kedua sistem tersebut, 30 menit dari sekarang”

Waduh….

Pak Leo ini, ngadain kuis kaya Jelangkung aja. Datang tak di undang, pulang tak di antar. Rutuk Reza dalam hati. Sebisanya dikerjakan perintah Pak Leo yang menghentikan tarian jempolnya diatas keypad. 30 menit berlangsung cepat, dan

Fiuh…

Reza menghela nafas lega. Selesai juga dongengan panjang Pak Leo beserta kuis Jelangkungnya. Reza melirik arlojinya. Ponselnya bergetar dan

“1 message received”

Ka2 plg kpn? Bs jmpt Ade jam 1?. Sari

Adiknya yang masih SMU minta dijemput. Reza mengeryitkan kening. Kok tumben?? Reply

Jam 1 lbh dikit mungkin. agk telat. Mang npa?. Reza

Ongkos bus naek, duidQ g nyukup.

mang naek brapa?Ok de, ntar ka2 jmpt

Nambah seceng. Katanya c BBM naek..

Yupz, Bensin 6rb, g tw dah kalo solar…

Bikin proposal yuk…

Mksd?

Bwt ortu, mnt +an jatah… J

Ade yg ngajuin y? Kalo Ka2 pasti ditolak… L

Yaiyalah, Ade gitu looh… hihihi

“Hei,bro…”

Tepukan di punggungnya mengagetkan Reza.

“Eh elu, Gung..ngagetin aja”

“khusyu’ amat SMS-annya” Tanggap Agung

“Ne aku mw mbalikin Mind Set mu” lanjutnya sambil menyodorkan buku bersampul pria tersenyum.

Reza tersenyum,”Udah khatam? Menurutmu gimana”

“wuih… tadinya aku males bacanya, tapi….”

Selanjutnya mereka tenggelam dalam diskusi yang cukup seru.

***

1 message received

Dengan malas Reza melirik penunjuk waktu, 23.25. siapa yang iseng ngirim sms jelang tengah malam begini?

Zo, temen2 Qt ngeluarin pernyataan sikap stuju knaikan BBM.. Hari

Mata Reza mulai sedikit terbuka. Dan Reply

Yg bener? Tmn2 qt siapa?. Reza

AMB[1]. Kaw blm tw?Hari

Blm. Alesannya apa?Reza

Wduh, aQ g hpl. Baca ndiri aja dah….Hari

Kaw dpt info drmn?Reza

Kali ini kantuk Reza telah benar-benar hilang.

Ada buletin yg disebar di fak aq.Hari

Mnurutmu gmana?Reza

Aq kn bkn ank ekonm. G ngarti bgituan..Hari

Kalo diliat2, kyanya bnyk yg g stuju y?Reza

Yupz, tmsk Aq. Sbg ank Teknik. Mikirnya yg kliatan doank…Hari

Mksdnya?Reza

Yaa, harga2 turun, bensin dll g ush mahal2 lg. Byr aQ bisa pengiritan. Hari

Yupz, kalo dket2 g ush pke kend.b’motor lg. Reza

Gak skalian konversi ke onthel?… J Hari

Mgkn, tp g skrg. Bsok aq pinjem buletinnya y..Reza

yupZZ…skilas infonya uda y… Hari

ho’oh..thx…Reza

Hoahm…..

Kantuk kembali menyergap. Walau begitu, Reza masih sempat berpikir, kenaikan BBM sangat mempengaruhi pengeluarannya. Sementara pemasukan yang Ia dapatkan, belum menunjukkan tanda-tanda akan bertambah. Berarti, mulai sekarang, segala hal-hal yang berhubungan dengan BBM, harus dihemat.

Hmmm…

Sebaris senyum terlukis di wajah Reza. Sebuah rencana penghematan tersusun dalam otaknya.

Jam meja Digital Reza menunjukkan pukul 03.00 a.m ketika Ponselnya berbunyi dan menampilkan layar bertuliskan

1 message received

Ayo hidupkan malammu dengan tahajud. Jgn lupa berdoa biar harga BBM turun. Hehehe.. J. Ari

Lagi lagi BBM. Reza tersenyum membaca SMS dari sobatnya itu. Sembari memforward SMS tersebut ke beberapa teman lainnya.

***

Malam itu Reza tidur dengan wajah berhias senyum. Mengagumi trik-trik keberhasilannya menghadapi kenaikan BBM. Ia merasa telah berhasil menghemat. Terbukti total pengeluarannya seminggu ini lebih sedikit ketimbang sebelumnya.

Esok Ia ingin membagi resep jitunya pada teman-teman yang selama ini pengeluarannya membengkak akibat kenaikan harga BBM. Reza berharap, tak lagi terganggu dengan SMS-SMS curhat, gerutuan, keluhan atau berbagai ekspresi lainnya yang muncul akibat kenaikan harga BBM.

***

3 messages received

Hmm….

Reza melirik, sedetik kemudian senyum membayang wajahnya. Ini saatnya berbagi resep jitu kiat suksesnya. Reza segera mambalas ketriga sms tersebut dengan resep-resep serta trik jitu yang telah dipersiapkan dalam draft ponselnya.

Tak hanya itu, hampir seluruh nama dalam ponselnya yang pernah mengeluhkan kenaikan harga BBM, dikiriminya sms serupa.

***

“mungkin Qt t’ bisa memaksakan BBM tuk turun harga, tp mgkn Qt bs menyiasati. Trimakasih sarannya”

Satu sms masuk saat Reza sedang kebosanan di tengah-tengah kuliahnya. Dengan lincah dibalasnya sms tersebut.

kenaikan harga BBM mmg kputusan sulit buat SBY. Krn bgmnpun, BBM pst akan naik”

Detik selanjutnya Reza tenggelam dalam kekhusyu’annya ber-sms ria.

***

Sudah sebulan Reza mengamalkan resep jitunya. Reza berusaha tidak melanggar rencana yang disusunnya itu.

Akan tetapi, akhir bulan ini, persediaannya Reza semakin menipis. Padahal Reza tidak pernah menyalahi rancangan penghematannya.

Apa ada yang salah dari pengelolaan finansialnya? Pikir Reza. Karena teman-temannya yang mengamalkan jurusnya, sukses menekan pengeluarannya. Mengapa Ia sendiri yang merancang jurus tersebut malahan jauh lebih membengkak pengeluarannya?

***

“ha….!”

Dengan terbelalak Reza mempelototi ponselnya yang menampilkan

“your remaining credit now is Rp. 1.035”

Baru saja 3 hari yang lalu Reza manambah pulsanya 50 ribu. Kenapa cepat sekali? Pikir Reza.

Seketika bayangan dirinya yang selalu asyik berdiskusi lewat ponsel berkelebat. Intensitas pemakaian ponselnya bulan ini lebih sering ketimbang sebelumnya.

Betapa bodohnya, Ia menghabiskan begitu banyak pengeluaran untuk membicarakan kenaikan harga BBM. Sedangkan yang ia keluarkan untuk mengeluh dan mengkritik melebihi kenaikan harga yang dijadikan objeknya.

Reza tersenyum sendiri menyadari kebodohannya. 1 point ditambahkannya dalam jurus hemat

“Kurangi senam jempol, karena tanpa Anda sadari, Ia berhubungan erat dengan BBM”

_____________$$$_______________

Hamasah, 30 mei 2008

aQiEd_sh

saat Minyak dunia  melambung


[1] Aliansi Mahasiswa Bersatu (organisasi fiktif rekaan penulis)

 

Desember 2009
S S R K J S M
« Sep    
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031